KONI Banjarnegara bersama UNNES saat menggelar pelatihan program latihan dan gizi atletKONI Banjarnegara bersama Unnes Semarang saat menggelar pelatihan program latihan dan gizi atlet pada pelatih cabang olahraga di Banjarnegara.(konibara)

BANJARNEGARA,Konibara.com-Target masuk tujuh besar pada ajang Porprov XVII Jawa Tengah 2026 tidak hanya dipersiapkan melalui latihan keras para atlet. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banjarnegara juga mulai memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang kepelatihan.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, KONI Banjarnegara bekerja sama dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar pelatihan penyusunan program latihan dan pengelolaan gizi atlet. Kegiatan ini diikuti oleh para pelatih kepala dari seluruh cabang olahraga yang dipersiapkan menuju Porprov Jateng 2026.

Ketua KONI Banjarnegara, Nurohman Ahong, mengatakan bahwa prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet, tetapi juga kualitas pelatih dalam merancang sistem pembinaan yang tepat.

“Pelatih harus mampu mengikuti perkembangan ilmu keolahragaan. Mereka tidak cukup hanya memberikan latihan fisik, tetapi juga harus memahami bagaimana menyusun program latihan yang efektif serta memperhatikan aspek gizi sebagai penunjang performa atlet,” katanya.

Menurut Ahong, pembekalan tersebut menjadi salah satu langkah nyata KONI Banjarnegara untuk meningkatkan daya saing atlet menjelang pesta olahraga terbesar tingkat provinsi yang akan digelar di Semarang Raya pada Oktober 2026 mendatang.

Dalam pelatihan itu, KONI menghadirkan tim akademisi UNNES, yakni Purwono Sidik Permono, Natalia Desy Putriningtyas, dan Sobihin. Mereka memberikan materi berbasis sport science yang disesuaikan dengan kebutuhan pembinaan olahraga prestasi.

Peserta mendapatkan pembekalan mulai dari penyusunan program latihan jangka pendek dan jangka panjang, pengaturan intensitas dan beban latihan, evaluasi perkembangan atlet, hingga strategi pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai karakteristik masing-masing cabang olahraga.

Tak hanya itu, para pelatih juga diajak memahami pentingnya pola makan seimbang untuk mempercepat pemulihan, menjaga kondisi fisik, serta meningkatkan daya tahan atlet selama menjalani latihan intensif menjelang kompetisi.

Ahong menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk membangun sistem pembinaan yang lebih modern dan berbasis riset.

“Dengan dukungan akademisi, kami ingin pembinaan atlet di Banjarnegara berjalan lebih terarah. Program latihan, pengelolaan gizi, dan peningkatan kapasitas pelatih harus berjalan beriringan agar target prestasi yang telah ditetapkan bisa tercapai,” ujarnya.

Sementara itu, dosen UNNES, Purwono Sidik Permono, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan oleh perguruan tinggi.

Menurutnya, sinergi antara dunia akademik dan organisasi olahraga daerah menjadi model kolaborasi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet.

“Saat ini KONI Banjarnegara sedang memantau perkembangan atlet-atlet unggulan yang dipersiapkan menuju Porprov Jawa Tengah 2026. Di sisi lain, UNNES memiliki program pengabdian kepada masyarakat, sehingga kerja sama ini menjadi sangat relevan dan saling mendukung,” katanya.

Melalui kerja sama tersebut, KONI Banjarnegara berharap sistem pembinaan atlet semakin profesional, berbasis data dan kajian ilmiah, sehingga mampu melahirkan atlet-atlet yang lebih kompetitif dan siap bersaing di Porprov XVII Jawa Tengah 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *