BANJARNEGARA,Konibara.com-Laga puncak Final Piala Dunia 2026 akan terasa berbeda di Kabupaten Banjarnegara. Masyarakat tidak hanya diajak menyaksikan laga pamungkas turnamen sepak bola terbesar di dunia antara Spanyol vs Argentina, tetapi juga mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan olahraga, ekonomi kreatif, dan hiburan dalam acara Nonton Bareng (Nobar) Final Piala Dunia 2026 di Gedung Kuliner Banjarnegara.
Kegiatan yang dimulai pada Minggu (19/7/2026) ini dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi pecinta olahraga, pelaku UMKM, komunitas pemuda, dunia usaha, hingga masyarakat umum. Puncak acara akan berlangsung saat laga final Piala Dunia pada Senin (20/7/2026) dini hari pukul 02.00 WIB.
Salah satu agenda utama yang menjadi pembeda adalah diskusi bertema “Sport Tourism dan Ekonomi Kerakyatan” yang mempertemukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banjarnegara dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Banjarnegara.
Ketua KONI Banjarnegara, Nurohman Ahong, mengatakan olahraga saat ini tidak lagi dipandang semata-mata sebagai ajang kompetisi atau pembinaan prestasi. Di berbagai daerah bahkan negara, olahraga telah berkembang menjadi penggerak ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kunjungan wisata, hingga menarik investasi.
Menurutnya, Banjarnegara memiliki potensi besar untuk mengembangkan konsep tersebut melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga yang mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat.
“Olahraga hari ini tidak lagi hanya soal kompetisi. Di banyak daerah bahkan negara, olahraga telah menjadi magnet wisata, menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan UMKM, hingga mendatangkan investasi. Potensi seperti ini juga dimiliki Banjarnegara,” ujar Ahong.
Dalam forum diskusi tersebut, Ahong akan berbagi pandangan bersama Ketua KADIN Banjarnegara, Akhmad Fajar, mengenai peluang membangun sinergi antara dunia olahraga dan dunia usaha.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai kegiatan olahraga yang tidak hanya menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui peningkatan aktivitas perdagangan, kuliner, jasa, hingga promosi destinasi wisata daerah.
Selain diskusi, panitia juga menyiapkan berbagai hiburan dan aktivitas interaktif untuk memeriahkan suasana nobar. Salah satunya adalah penampilan atlet E-Sport Banjarnegara yang akan mempertontonkan pertandingan gim kompetitif menggunakan layar lebar.
“Setelah diskusi, nanti juga akan tampil atlet E-Sport Banjarnegara yang bermain dengan layar lebar,” katanya.
Gedung Kuliner Banjarnegara dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat sekaligus kawasan yang dihuni banyak pelaku usaha kuliner dan UMKM.
Dengan meningkatnya jumlah pengunjung selama acara berlangsung, panitia berharap perputaran ekonomi ikut meningkat. Kehadiran ratusan hingga ribuan masyarakat diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi pedagang makanan, minuman, hingga pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.
Konsep tersebut menjadi contoh bagaimana sebuah event olahraga dapat menjadi penggerak ekonomi lokal apabila dikemas secara kreatif dan melibatkan berbagai pihak.
Rangkaian kegiatan Nobar Final Piala Dunia 2026 akan dimulai sejak Minggu pagi pukul 08.00 WIB dengan beragam agenda yang melibatkan seluruh kalangan masyarakat. Mulai dari lomba mewarnai bagi anak-anak PAUD, Festival Band Pelajar, diskusi kepemudaan, olahraga dan peluang bisnis, Mini E-Sport Battle, hingga puncaknya nonton bareng Final Piala Dunia 2026 pada Senin dini hari.
Panitia mengajak masyarakat Banjarnegara dan sekitarnya untuk hadir bersama keluarga maupun komunitas dengan mengenakan atribut tim favorit masing-masing agar kemeriahan final Piala Dunia semakin terasa.
Lebih dari sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola, kegiatan ini diharapkan menjadi awal lahirnya kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, dunia usaha, komunitas olahraga, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam mengembangkan sport tourism serta memperkuat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Banjarnegara.
Melalui perpaduan olahraga, diskusi, hiburan, dan pemberdayaan ekonomi lokal, Nobar Final Piala Dunia 2026 di Banjarnegara diharapkan menjadi contoh bahwa sebuah event olahraga mampu menghadirkan manfaat yang jauh lebih besar daripada sekadar hiburan, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
