Pembukaan Taekwondo Gubernur Cup 2026Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat membuka Open Tournament Taekwondo Open 2026. (dok. Pemprov Jateng)

KEJUARAAN Taekwondo Open Tournament bertajuk Gubernur Cup 2026 diikuti oleh 2.935 atlet dari 150 kontingen. Ajang yang digelar di GOR Jatidiri Semarang ini menjadi bagian dari pembinaan atlet muda menuju prestasi nasional dan internasional.

Gubernur Cup Taekwondo Open Tournament 2026 menjadi panggung besar bagi pembinaan atlet muda Indonesia. Para atlet bersainag ketat untuk memperebutkan gelar juara sekaligus membuka jalan menuju level nasional hingga internasional.

Kejuaraan bergengsi yang dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, ini diikuti kontingen dari Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Tengah.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, tingginya jumlah peserta menunjukkan perkembangan positif pembinaan olahraga taekwondo di Jawa Tengah. Ia menilai kompetisi semacam ini menjadi wadah strategis untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang dunia.

“Di Jawa Tengah banyak lahir atlet-atlet taekwondo yang berkualifikasi internasional. Ada yang mengikuti Olimpiade, kemudian kejuaraan internasional di Uzbekistan, Nepal, dan negara lainnya,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia menegaskan, olahraga tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, disiplin, dan gaya hidup sehat bagi generasi muda.

“Saya sangat mendukung potensi anak-anak kita di masa depan melalui kegiatan Gubernur Cup ini,” katanya.

Gubernur Cup Jadi Ajang Pembinaan Atlet Taekwondo Berprestasi

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra, mengatakan Gubernur Cup Taekwondo Open Tournament 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Tengah dalam memperkuat sistem pembinaan atlet berprestasi.

Selama tiga hari pelaksanaan, pertandingan mempertandingkan dua nomor utama, yakni Kyorugi dan Poomsae, dengan kategori Pra Cadet, Cadet, Junior, hingga Senior.

Sebanyak 2.935 atlet didampingi sekitar 230 pelatih dan ofisial, menjadikan kejuaraan ini sebagai salah satu turnamen taekwondo terbesar di Jawa Tengah sepanjang tahun 2026.

Aria berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan atlet-atlet yang nantinya dapat memperkuat Jawa Tengah maupun Indonesia pada berbagai kejuaraan nasional dan internasional.

Atlet Temanggung Optimistis Rebut Gelar Juara

Antusiasme juga datang dari para peserta. Salah satunya Alvis Wadila Setiawan, atlet nomor Kyorugi dari Dojang Satria Temanggung.

Menurutnya, persaingan pada Gubernur Jateng Cup tahun ini berlangsung sangat kompetitif karena diikuti ribuan atlet dengan kualitas yang merata.

“Persaingannya cukup ketat karena jumlah atletnya banyak dan berkualitas. Saya sudah mempersiapkan diri dengan serius untuk menghadapi kejuaraan ini,” kata Alvis.

Ia memasang target tinggi dengan membidik gelar juara pertama di nomor Kyorugi sekaligus meraih predikat Best Player.

Alvis juga berharap Gubernur Jateng Cup terus menjadi agenda rutin karena memberikan pengalaman bertanding sekaligus meningkatkan kualitas atlet muda.

“Harapannya semoga ke depan semakin sukses dan terus ada event-event sebesar ini. Pokoknya sukses untuk Jawa Tengah,” ujarnya.

Pembinaan Berkelanjutan Menuju Prestasi Dunia

Gubernur Jateng Cup Taekwondo Open Tournament 2026 tidak sekadar menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembinaan olahraga prestasi di Jawa Tengah. Melalui kompetisi yang berlangsung secara berjenjang dan berkelanjutan, pemerintah berharap semakin banyak atlet muda yang mampu menembus level nasional, Asia, hingga dunia.

Dengan jumlah peserta yang hampir mencapai tiga ribu atlet, kejuaraan ini sekaligus menegaskan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu daerah dengan ekosistem pembinaan taekwondo yang terus berkembang dan kompetitif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *