BANJARNEGARA,KONIBARA.COM – Kontingen Kabupaten Banjarnegara harus puas menempati peringkat ke-11 dalam klasemen akhir perolehan medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Meski belum mampu menembus 10 besar, Banjarnegara berhasil mengoleksi 25 medali emas, 17 perak, dan 26 perunggu.
Jumlah medali emas tersebut sebenarnya sama dengan yang diraih Kabupaten Semarang. Namun, Kabupaten Semarang berada di posisi kespuluh karena unggul dalam perolehan medali perak dan perunggu, masing-masing sebanyak 29 perak dan 31 perunggu.
Sementara Banjarnegara mengumpulkan 17 medali perak dan 26 perunggu. Perbedaan perolehan medali tersebut membuat posisi kedua daerah terpaut satu peringkat dalam klasemen akhir.
Ketua KONI Banjarnegara, Nurohman Ahong, menjadi salah satu pihak yang melakukan evaluasi terhadap capaian kontingen pada pesta olahraga tingkat provinsi tersebut.
Secara kuantitas, perolehan 25 medali emas pada Porprov 2026 memang mengalami penurunan dibandingkan Porprov 2023 di Pati Raya. Saat itu, Banjarnegara berhasil membawa pulang 29 medali emas.
Namun, jika ditelaah berdasarkan kontribusi masing-masing cabang olahraga (cabor), terdapat perkembangan positif dalam pembinaan atlet Banjarnegara.
Penurunan jumlah emas secara keseluruhan tidak terlepas dari perubahan skema pertandingan pada cabang olahraga arung jeram. Pada Porprov 2023, cabor ini menjadi penyumbang medali emas terbesar bagi Banjarnegara dengan torehan 18 emas.
Sementara pada Porprov 2026, terdapat pembatasan nomor pertandingan arung jeram. Dari 11 nomor yang dipertandingkan untuk satu grup, Banjarnegara hanya mampu mengamankan 10 medali emas dan satu perak.
Kondisi tersebut membuat kontribusi emas dari arung jeram berkurang cukup signifikan dibandingkan edisi sebelumnya.
Meski demikian, jika perolehan medali dari arung jeram tidak diperhitungkan, capaian cabang olahraga lainnya justru menunjukkan peningkatan.
Pada Porprov 2023, cabang olahraga selain arung jeram menyumbangkan 11 medali emas. Sementara pada Porprov 2026, jumlahnya meningkat menjadi 15 emas.
Artinya, terdapat tambahan empat medali emas dari cabang olahraga di luar arung jeram. Hal ini menjadi salah satu indikator bahwa pembinaan dan daya saing atlet Banjarnegara di sejumlah cabor mengalami perkembangan.
Peningkatan paling terlihat terjadi pada cabang olahraga selam, pencak silat, dan tenis meja.
Cabor selam yang pada Porprov sebelumnya menyumbangkan empat medali emas, kini berhasil meningkatkan prestasinya menjadi enam emas. Pencak silat juga mengalami perkembangan dengan raihan dua medali emas, naik dari sebelumnya yang hanya satu emas.
Sementara itu, tenis meja mencatatkan pencapaian tersendiri. Jika pada Porprov 2023 belum berhasil menyumbangkan medali emas, pada Porprov 2026 cabor ini sukses mempersembahkan satu medali emas untuk kontingen Banjarnegara.
Di sisi lain, masih terdapat sejumlah cabang olahraga yang belum mampu memenuhi target medali emas. Beberapa di antaranya adalah sambo, panahan, balap motor, taekwondo, dan karate.
Kelima cabor tersebut sebelumnya masing-masing ditargetkan menyumbangkan satu medali emas, tetapi belum berhasil merealisasikan target tersebut.
Hasil Porprov Jateng 2026 ini menjadi bahan evaluasi penting bagi KONI Banjarnegara dalam memetakan kekuatan dan kelemahan pembinaan olahraga daerah.
Peningkatan prestasi di sejumlah cabor menunjukkan adanya potensi yang dapat terus dikembangkan. Ke depan, konsistensi pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, serta evaluasi terhadap cabang olahraga yang belum memenuhi target menjadi pekerjaan penting untuk meningkatkan daya saing Banjarnegara pada ajang Porprov berikutnya.
“Kami melihat, seluruh kontingen Banjarnegara telah berjuang keras dan tak kenal lelah. Kami memberikan apresiasi yang tinggi pada para atlet, pelatih, dan jajaran pengurus KONI Banjarnegara yang telah berjuang sekuat tenaga demi meraih prestasi,” ujarnya.