Raih 68 Medali di Porprov Jateng 2026, Atlet Banjarnegara Disambut Bupati dan Wakil Bupati

konibara
4 Min Read
Bupati dan wakil bupati Banjarnegara menyambut kedatangan atlet Banjarnegara yang telah berjuang di Porprov Jateng 2026. (KONI Banjarnegara)

BANJARNEGARA, KONIBARA.COM – Kontingen Kabupaten Banjarnegara mendapat sambutan hangat setelah menuntaskan perjuangan di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana bersama Wakil Bupati Wakhid Jumali menyambut langsung kepulangan para atlet di Sasana Bhakti Praja Banjarnegara, Sabtu (31/10/2026).

Dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut, Banjarnegara berhasil mengoleksi 68 medali, terdiri atas 25 emas, 17 perak, dan 26 perunggu. Raihan itu menempatkan Banjarnegara di peringkat ke-11 klasemen akhir Porprov Jateng 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Amalia Desiana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, KONI, serta pihak-pihak yang telah berjuang membawa nama Banjarnegara.

Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari proses panjang dan perjuangan yang tidak mudah. Keterbatasan fasilitas serta kondisi daerah tidak menyurutkan semangat para atlet untuk bersaing dengan kontingen kabupaten dan kota lainnya di Jawa Tengah.

“Kami sadar bahwa perjuangan ini tidak mudah. Dengan kondisi dan fasilitas yang ada, Banjarnegara mampu meraih peringkat 11,” kata Amalia.

KONI Evaluasi Hasil Porprov Jateng 2026

Sementara itu, Ketua KONI Banjarnegara, Nurohman Ahong, mengakui posisi Banjarnegara mengalami penurunan dibandingkan Porprov sebelumnya. Meski demikian, ia menilai perjuangan atlet tahun ini tetap menunjukkan perkembangan positif.

Salah satu faktor yang memengaruhi perolehan medali adalah perubahan sistem pertandingan, khususnya pada cabang olahraga (cabor) arung jeram yang selama ini menjadi andalan Banjarnegara.

Perubahan jumlah nomor pertandingan dan penerapan sistem grup membuat peluang atlet untuk mengumpulkan medali emas tidak sebesar pada Porprov sebelumnya.

“Adanya perbedaan sistem dalam pertandingan, khususnya pada cabor arung jeram, membuat kita tidak bisa memaksimalkan satu cabor unggulan Banjarnegara,” ujar Ahong.

Bonus Atlet Masih Dikaji, Diusulkan Minimal Rp50 Juta

Selain evaluasi prestasi, pemberian bonus bagi atlet peraih medali juga menjadi perhatian. Ahong mengatakan, besaran bonus untuk peraih emas, perak, dan perunggu masih dalam tahap penghitungan dan pengusulan kepada pemerintah daerah.

Ia memastikan para atlet berprestasi akan mendapatkan bonus sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka di Porprov Jateng 2026.

Sebagai gambaran, pada Porprov 2023 lalu, atlet peraih medali emas mendapatkan bonus sebesar Rp50 juta. Untuk Porprov tahun ini, KONI mengusulkan agar nominal tersebut dinaikkan atau setidaknya dipertahankan.

“Untuk bonus masih kita hitung bersama, yang pasti ada. Sebagai gambaran, pada Porprov Jateng 2023 lalu, peraih emas mendapatkan bonus Rp50 juta, dan saat ini kita usulkan naik, minimal sama,” jelasnya.

Pengurus Cabor Diminta Siapkan Atlet Menuju Porprov 2030

Tak ingin berpuas diri dengan capaian tahun ini, KONI Banjarnegara mulai mengarahkan perhatian pada persiapan menghadapi Porprov XVIII Jawa Tengah 2030 yang dijadwalkan berlangsung di wilayah Kedu Raya.

Ahong meminta seluruh pengurus cabang olahraga segera melakukan evaluasi dan menyiapkan program pembinaan atlet sejak dini. Langkah tersebut dinilai penting agar Banjarnegara memiliki waktu yang cukup untuk meningkatkan kualitas atlet dan memperkuat persaingan pada ajang berikutnya.

Dengan bekal 68 medali dari Porprov Jateng 2026, KONI berharap prestasi olahraga Banjarnegara terus berkembang. Evaluasi menyeluruh dan pembinaan berkelanjutan di setiap cabor diharapkan menjadi kunci untuk memperbaiki posisi Banjarnegara pada Porprov 2030.

Share This Article
Tidak ada komentar