BANJARNEGARA,KONIBARA.COM – Kontingen Kabupaten Banjarnegara berhasil mengumpulkan 68 medali dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Raihan 25 medali emas, 17 perak, dan 26 perunggu tersebut mengantarkan Banjarnegara menempati posisi ke-11 dalam klasemen akhir.
Meski belum mampu mempertahankan posisi sembilan besar seperti Porprov 2023, hasil tahun ini menyimpan sejumlah catatan positif. Beberapa cabang olahraga (cabor) justru menunjukkan peningkatan prestasi dengan menyumbangkan medali emas lebih banyak dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Ketua KONI Banjarnegara, Nurohman Ahong, mengatakan peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet di sejumlah cabang olahraga mulai memperlihatkan hasil. Bahkan, cabor yang sebelumnya belum berhasil meraih medali emas kini mampu menyumbangkan prestasi tertinggi bagi Banjarnegara.
Salah satu capaian tersebut datang dari cabang olahraga tenis meja. Setelah gagal menyumbangkan medali emas pada Porprov 2023, atlet tenis meja Banjarnegara kali ini berhasil mempersembahkan satu medali emas.
“Pada Porprov 2023 lalu, tenis meja gagal menyumbangkan medali emas, dan kali ini sukses menyumbangkan satu medali emas,” kata Nurohman.
Peningkatan serupa juga ditunjukkan cabang olahraga pencak silat. Jika pada Porprov sebelumnya hanya mampu meraih satu medali emas, kali ini perolehan tersebut meningkat menjadi dua emas.
Prestasi lebih besar ditorehkan cabang olahraga selam. Cabor ini berhasil menggandakan perolehan medali emas dari tiga emas pada Porprov 2023 menjadi enam emas pada Porprov Jateng 2026.
“Pada cabor selam juga mengalami peningkatan yang signifikan, yakni meraih enam emas, sementara pada Porprov sebelumnya hanya meraih tiga medali emas,” ujarnya.
Perubahan Sistem Arung Jeram Pengaruhi Perolehan Emas
Di balik peningkatan prestasi sejumlah cabor, Banjarnegara menghadapi tantangan pada cabang olahraga arung jeram. Perubahan jumlah nomor pertandingan dan sistem kompetisi dinilai turut memengaruhi perolehan medali kontingen.
Nurohman menjelaskan, pada Porprov 2023 arung jeram mempertandingkan 24 nomor. Sementara pada Porprov 2026, jumlahnya berkurang menjadi 16 nomor dengan penerapan sistem grup.
Perubahan tersebut berdampak terhadap peluang Banjarnegara dalam mengumpulkan medali emas dari salah satu cabor andalannya itu.
Pada Porprov sebelumnya, arung jeram mampu menjadi penyumbang 18 medali emas. Namun, pada kompetisi tahun ini, kontribusinya turun menjadi 10 medali emas.
“Arung jeram kali ini hanya meraih 10 medali emas, Porprov lalu sukses meraih 18 emas. Ini juga berkaitan dengan sistem pertandingan yang berbeda dengan Porprov sebelumnya. Untuk tahun ini ada batasan atau sistem grup, sehingga Banjarnegara hanya bisa merebut 10 medali emas,” jelasnya.
Jadi Bahan Evaluasi Menuju Porprov Berikutnya
Hasil Porprov XVII Jawa Tengah 2026 menjadi catatan penting bagi KONI Banjarnegara dalam mengevaluasi pembinaan dan peningkatan kualitas atlet.
Meski harus puas finis di peringkat ke-11, bertambahnya kontribusi medali emas dari sejumlah cabang olahraga menjadi modal positif untuk menghadapi kompetisi mendatang.
Evaluasi tidak hanya diperlukan untuk meningkatkan kemampuan atlet, tetapi juga memperkuat pembinaan di setiap cabor, memetakan potensi unggulan, serta menyiapkan strategi menghadapi perubahan regulasi dan sistem pertandingan.
Dengan bekal 25 medali emas, 17 perak, dan 26 perunggu, Banjarnegara diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan memperbaiki posisi pada penyelenggaraan Porprov berikutnya.