Banjarnegara,Konibara.com– Perjalanan panjang tim bola voli Banjarnegara akhirnya membuahkan hasil manis. Tim voli putra berhasil memastikan tiket menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 setelah tampil gemilang di babak playoff dengan menundukkan Kabupaten Pati lewat skor telak 3-0.
Sementara itu, tim voli putri Banjarnegara juga sukses merebut tiket Porprov dengan status Juara II babak kualifikasi yang berlangsung di Banjarnegara, 1–4 Oktober 2025. Meski tampil impresif sepanjang turnamen, langkah tim putri harus terhenti di partai final usai kalah dari Kabupaten Grobogan dengan skor 1-3.
Pada laga final yang digelar di Jaskon Sport Center Banjarnegara, Sabtu (4/10/2025), Banjarnegara sempat unggul di set pertama dengan skor ketat 28-26. Namun, kelelahan mulai terlihat pada set kedua hingga keempat, sehingga Grobogan mampu membalikkan keadaan dan mengunci kemenangan.
Ketua PBVSI Banjarnegara, Imam Sayoga, mengungkapkan rasa lega atas keberhasilan tim putra mengamankan tiket.
“Kami sempat khawatir saat harus berebut dua tiket tersisa dengan Magelang, Pati, dan Karanganyar. Beruntung tim tampil solid, meraih poin penuh, dan akhirnya memastikan satu tempat di Porprov,” ujarnya.
Atmosfer pertandingan makin membara berkat dukungan suporter yang memadati arena. Sorakan mereka menjadi bahan bakar semangat skuad Banjarnegara untuk tampil disiplin dan pantang menyerah.
Pelatih tim voli putra, Arif Kuslianto, menyampaikan rasa bangga terhadap perjuangan anak asuhnya. “Kerja keras selama latihan intensif terbayar dengan hasil ini. Anak-anak bermain tenang, disiplin, dan berani mengambil risiko di momen krusial,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Ketua KONI Banjarnegara, Nurohman Ahong, yang menilai keberhasilan ini menjadi motivasi bagi cabang olahraga lain.
“Lolos Porprov bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar. Kami berharap tim terus berbenah dan menargetkan prestasi maksimal di Porprov 2026 nanti,” tegasnya.
Dengan tiket Porprov di tangan, tim voli Banjarnegara kini bersiap menghadapi tantangan lebih berat di ajang empat tahunan bergengsi tingkat Jawa Tengah tersebut. Dukungan masyarakat, kerja keras, dan disiplin diyakini menjadi kunci menuju prestasi yang lebih tinggi.
