BANJARNEGARA, KONIBARA.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banjarnegara akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil kontingen pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 di Semarang Raya.
Evaluasi dilakukan setelah Banjarnegara mengakhiri kompetisi dengan koleksi 68 medali, terdiri atas 25 emas, 17 perak, dan 26 perunggu. Raihan tersebut menempatkan Banjarnegara di peringkat ke-11 klasemen akhir Porprov Jateng 2026.
Ketua KONI Banjarnegara, Nurohman Ahong, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang telah berkompetisi membawa nama daerah. Menurutnya, para atlet sudah menunjukkan upaya maksimal sepanjang pertandingan.
“Kami tahu persis bagaimana atlet berjuang dengan sekuat tenaga. Ini dibuktikan dengan raihan 68 medali yang terdiri dari 25 emas, 17 perak, dan 26 perunggu, serta menempati peringkat 11 Porprov Jateng,” kata Nurohman Ahong.
Meski mengapresiasi hasil tersebut, KONI menilai masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi. Evaluasi akan mencakup efektivitas pembinaan, perkembangan kemampuan atlet, hingga regenerasi di setiap cabang olahraga (cabor).
KONI Soroti Kendala Teknis dan Nonteknis
Nurohman mengungkapkan, perjalanan menuju Porprov hingga pelaksanaan pertandingan tidak lepas dari berbagai kendala. Sejumlah faktor, termasuk persoalan nonteknis, dinilai turut memengaruhi peluang beberapa atlet untuk meraih medali.
Karena itu, evaluasi tidak hanya berfokus pada jumlah medali yang diperoleh. KONI juga akan mengidentifikasi persoalan di masing-masing cabor agar pembinaan atlet ke depan dapat berjalan lebih terarah.
“Evaluasi ini tidak mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana ke depan prestasi olahraga Banjarnegara menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Ia menegaskan, hasil Porprov 2026 harus menjadi bahan pembelajaran bersama untuk memperkuat sistem pembinaan dan meningkatkan daya saing atlet Banjarnegara.
Sejumlah Cabor Lampaui Target Medali
Di tengah hasil akhir yang belum sesuai target, beberapa cabang olahraga mampu menunjukkan performa menggembirakan. Pencak silat, sepak takraw, selam, dan sejumlah cabor lainnya bahkan berhasil melampaui target medali yang telah ditetapkan.
Namun, masih ada pula cabang olahraga yang belum berhasil menyumbangkan medali. Kondisi tersebut menjadi catatan penting bagi KONI untuk mengevaluasi pola latihan, kesiapan atlet, serta proses pembinaan di masing-masing cabor.
Secara umum, Nurohman menilai perkembangan prestasi olahraga Banjarnegara menunjukkan tren positif dibandingkan Porprov sebelumnya. Peningkatan ini diharapkan menjadi modal untuk mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi berikutnya.
Target Tujuh Besar Belum Tercapai
Sebelum Porprov XVII Jawa Tengah 2026 berlangsung, KONI Banjarnegara menargetkan kontingen mampu menembus tujuh besar klasemen akhir dengan raihan 30 medali emas.
Namun, hingga seluruh pertandingan selesai, Banjarnegara mengumpulkan 25 emas, 17 perak, dan 26 perunggu. Hasil tersebut membuat target tujuh besar belum tercapai karena kontingen harus puas berada di posisi ke-11.
Meski demikian, raihan 68 medali menjadi modal sekaligus bahan evaluasi bagi perkembangan olahraga daerah. KONI Banjarnegara berharap pembenahan yang dilakukan setelah Porprov 2026 dapat menghasilkan pembinaan atlet yang lebih berkualitas.
Dengan persiapan yang lebih matang, Banjarnegara diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan meraih posisi lebih baik pada penyelenggaraan Porprov mendatang.