Banjarnegara,konibara.com-Sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan sepak bola usia dini, KONI Banjarnegara bersama dengan pencinta sepak bola Banjarnegara menggelar turnamen mini soccer antar SSB U-13 se wilayah Banyumas raya.

Kegiatan yang dilangsungkan di The Pikas Mini Soccer ini diikuti oleh 16 SSB dari Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen, Banyumas, dan Cilacap. Dalam babak final yang berlangsung, Sabtu (19/2/2023), tim SSB Gumiwang muda sekses menaklukkan IM Ajibarang dengan skor 3-1 sekaligus memastikan dirinya sebagai juara dalam Mini Soccer Championship Piala Ketua KONI Banjarnegara tahun 2023

Laga final kedua tim saling jual beli serangan, bahkan laga pamungkas ini berlangsung cukup ketat, pasalnya IM Ajibarang memiliki tekad kuat membawa Piala Ketua KONI Banjarnegara ke markasnya, namun upaya ini gagal setelah langkahnya ternenti di babak puncak turnamen tersebut.

Dengan hasil ini, IM Ajibarang harus puas menjadi runner up kompetisi mini soccer Championship Piala Ketua KONI Banjarnegara tahun 2023 di bawah SSB Gumiwang Muda Banjarnegara yang tampil perkasa dalam turnamen ini.

Ketua Panitia Penyelenggara Saeful Fadly mengatakan, dalam turnamen mini soccer ini, ada 16 tim dari SSB se wilayah Banyumas raya, tidak hanya dari Banjarnegara, tetapi juga dari Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen.

“Totalnya ada 16 tim SSB, pertandingan ini menggunakan sistem setengah kompetisi dengan penyisihan grup dan dilanjutkan dengan sistem gugur pada babak 8 besar,” katanya.

Menurutnya, kompetisi ini sengaja digelar untuk memberikan ruang bagi sekolah sepak bola yang ada di Banyumas raya dalam mengikuti kompetisi, sehingga mereka bisa melihat perkembangan para pemain masing-masing.

“Kami memang memilik pertandingan hari Sabtu, sebab biasanya hari itu sekolah sepak bola melakuka uji tanding, sehingga kompetisi ini dilakukan untuk menambah jam terbang dan mental pemain dalam bertanding,” katanya.

Dikatakannya, dengan adanya ruang kompetisi bagi pembinaan sepak bola usia dini, maka ruang mereka untuk tumbuh kembang dan berproses menjadi lebih baik, hal ini terbukti dengan banyaknya peserta yang ikut dalam kompetisi ini.

“Kami memang sengaja membatasi peserta, sebab kami menginginkan kompetisi satu hari, sehingga hanya ada 16 tim peserta. Ini saja babak final digelar hingga malam hari,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *