sambutan ketua KONI JatengSambutan Ketua KONI Jateng dalam Rakerprov yang membahas Porprov XVII Jateng 2026. (dok. Pemprov)

SEMARANG,Konibara.com-Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah tahun 2026 dipastikan berlangsung pada Oktober mendatang. Ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi ini diharapkan tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Tengah di Hotel Grasia Semarang, Sabtu (4/4/2026).

Menurutnya, pelaksanaan Porprov harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memberdayakan pelaku usaha lokal, khususnya UMKM di wilayah tuan rumah.

“Ini momen penting untuk merangkul UMKM, pedagang, dan pengusaha lokal agar bisa tumbuh. Harapannya, kegiatan ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus daerah,” ujarnya.

Porprov XVII Jateng akan digelar di kawasan Semarang Raya yang meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, serta Kabupaten Demak.

Wilayah ini dinilai memiliki kesiapan infrastruktur dan venue yang memadai untuk menyukseskan ajang olahraga multi-cabang tersebut.

Taj Yasin menegaskan bahwa dari sisi pembiayaan, penyelenggaraan Porprov 2026 tidak menghadapi kendala berarti. Anggaran telah direncanakan dan dialokasikan sejak tahun 2024.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan anggaran secara efektif dan efisien, baik yang bersumber dari APBD maupun sumber pendanaan lainnya.

“Yang terpenting sekarang adalah optimalisasi anggaran yang sudah ada, karena semuanya sudah direncanakan sebelumnya,” katanya.

Selain berdampak pada ekonomi, Porprov juga menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional 2028.

Taj Yasin mendorong seluruh pengurus cabang olahraga dan KONI kabupaten/kota untuk menjadikan Rakerprov sebagai forum strategis dalam menjaring atlet potensial.

“Raker ini menjadi ajang berbagi sekaligus menyusun strategi untuk mencari bibit atlet unggulan yang bisa berprestasi di PON 2028,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sudjarwanto Dwiatmoko, menjelaskan bahwa Rakerprov kali ini fokus pada pembahasan teknis penyelenggaraan Porprov 2026.

Agenda yang dibahas meliputi penentuan jadwal, cabang olahraga yang dipertandingkan, hingga kategori pertandingan.

Selain itu, forum juga membahas penentuan tuan rumah Porprov XVIII tahun 2030. Saat ini terdapat dua kandidat yang mengajukan diri, yakni wilayah Karesidenan Kedu dan Pekalongan.

“Keduanya sedang dalam proses penilaian. Hari ini kita harapkan bisa disepakati, sekaligus mendengar kesiapan awal dari calon tuan rumah terpilih,” jelasnya.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Semarang Raya dinyatakan siap menjadi tuan rumah Porprov XVII Jateng 2026.

Ajang ini diharapkan tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan dan prestasi olahraga, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *